Apa Itu Rezeki?
Sering kali kita menyangka rezeki adalah angka di rekening. Padahal, bahasa Arab (Rizq) punya arti yang lebih dalam:
- Manfaat, Bukan Kepemilikan: Hartamu adalah apa yang kamu simpan, tapi rezekimu adalah apa yang kamu makan dan manfaatkan. Jika uangmu banyak tapi tak bisa kamu nikmati, itu hanya 'titipan', bukan rezeki.
- Bukan Hanya Materi: Ilmu yang bermanfaat, anak yang salih, dan hati yang tenang adalah tingkatan rezeki yang paling tinggi.
- Pemberian Terukur: Rezeki itu punya jatah waktu. Ia tidak akan datang terlambat, dan tidak akan tertukar alamat.
Faidahnya: Berhentilah mengejar 'kepemilikan' yang melelahkan, mulailah mensyukuri 'pemanfaatan' yang ada. Sejahtera itu bukan tentang seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa banyak keberkahan yang bermanfaat bagi kita dan orang lain.
Sumber:
- Ibnu Fāris, Maqāyis al-Lughah.
- Ibnu Manẓūr, Lisān al- ‘Arab.