Chanel Irene Radjiman Telegram channel photo

Chanel Irene Radjiman

@ireneradjimanPublic Channel

Chanel yang berisi tulisan Irene Radjiman dan tulisan inspiratif dari penulis lain.

NovelIndonesiaIndonesia

641

Last views

2.7k (2,678 subscribers)
Anggota
—
Rating
20
Total Posts
Oct 16, 2026, 2:50 AM
Diperbarui
Apr 13, 2026
Created
Stats

Anda melihat konten dalam bahasa Indonesia. Untuk melihat konten dalam bahasa lain, ubah bahasa situs web.

Channel Information

Channel Information
Channel NameChanel Irene Radjiman
Username@ireneradjiman
CategoryNovel
LanguageIndonesia
CountryIndonesia
Anggota2,678
Channel TypePublic Channel
Created13 Apr 2026
Last Updated16 Okt 2026 • 7 hari yang lalu
StatusActive

Peringkat

Peringkat Global
#346325-589
Peringkat Bahasa
#1871+1
Peringkat Kategori
#3330-1

Pertumbuhan Pelanggan

Total: 2.7K30 Days growth: -501.8%
09/1609/2109/2610/0110/0610/1110/15
Pertumbuhan Pelanggan - 30 Days
DateSubscribers
16:09:20262,728
17:09:20262,728
18:09:20262,717
19:09:20262,717
20:09:20262,717
21:09:20262,717
22:09:20262,717
23:09:20262,717
24:09:20262,717
25:09:20262,717
26:09:20262,717
27:09:20262,717
28:09:20262,717
29:09:20262,717
30:09:20262,717
01:10:20262,717
02:10:20262,717
03:10:20262,717
04:10:20262,717
05:10:20262,717
06:10:20262,717
07:10:20262,717
08:10:20262,717
09:10:20262,717
10:10:20262,717
11:10:20262,717
12:10:20262,717
13:10:20262,717
14:10:20262,717
15:10:20262,678
Pertumbuhan Pelanggan - Weekly
DateSubscribers
Week of 13:04:20262,960
Week of 20:04:20262,960
Week of 27:04:20262,931
Week of 04:05:20262,931
Week of 11:05:20262,931
Week of 18:05:20262,903
Week of 25:05:20262,903
Week of 01:06:20262,903
Week of 08:06:20262,903
Week of 15:06:20262,903
Week of 22:06:20262,903
Week of 29:06:20262,836
Week of 06:07:20262,836
Week of 13:07:20262,836
Week of 20:07:20262,836
Week of 27:07:20262,836
Week of 03:08:20262,836
Week of 10:08:20262,836
Week of 17:08:20262,758
Week of 24:08:20262,758
Week of 31:08:20262,740
Week of 07:09:20262,728
Week of 14:09:20262,717
Week of 21:09:20262,717
Week of 28:09:20262,717
Week of 05:10:20262,717
Week of 12:10:20262,678
Pertumbuhan Pelanggan - Monthly
DateSubscribers
April 20262,960
May 20262,903
June 20262,903
July 20262,836
August 20262,740
September 20262,717
October 20262,678
Pertumbuhan Pelanggan - Yearly
DateSubscribers
20262,678

Postingan Terbaru

Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

06 Sep 2026, 10.20

Video
Jangan sampai jadi antek-anteknya Soros tapi ga sadar. Udah gratisan dapet dosa pula, karena ikut andil bikin orang kacau panik.
641005
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

06 Sep 2026, 10.20

Seorang gadis Katolik Tionghoa.
Seorang lelaki asing berpeci.
Sebuah hujan deras di Yogyakarta.
Dan satu buku yang tertukar.

Awalnya cuma tabrakan kecil di toko buku.
Lalu hujan turun.

Ia menerima tumpangan dari lelaki yang bahkan namanya pun belum ia tahu.

Sopan. Tenang. Tidak banyak bicara.
Tipe lelaki yang justru bikin penasaran karena tidak berusaha membuat perempuan terkesan.

Semuanya terasa seperti kejadian biasa.
Sampai ia pulang…
…dan menemukan satu buku yang bukan miliknya.

Hadits Rasulullah.

Masalahnya?
Ia gadis Katolik.
Dan entah kenapa… buku itu terasa jauh lebih berat daripada sekadar kertas dan tinta.

Kadang hidup tidak berubah karena peristiwa besar.

Kadang cuma karena sebuah hujan, seorang asing, dan benda yang salah masuk ke tas.

📖 Bab terbaru sudah tayang untuk subscriber. Kalau kamu suka kisah slow burn romance yang bikin nagih.

Bisa langsung klik link langganannya disini👇

https://www.facebook.com/ireneradjiman1/subscribenow?surface=pinned_comments
822003
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

06 Sep 2026, 10.20

Photo
Mohon maaf teman-teman ada perubahan harga hewan qurban untuk wilayah Jawa Barat.

Salurkan qurban terbaik Sahabat melalui:
💳 BSI: 125-000-001-8
💳 BNI: 222-211-147-7
💳 BRI: 040-701-001-906-564
💳 Mandiri: 130-002-574-400-7
💳 BCA: 156-338-787-8
💳 Muamalat: 101-000-202-4
📌 a.n. Taqwa Squad Indonesia

---
Catatan Penting:
Kami mohon kesediaannya untuk konfirmasi dan kirim bukti transfer agar titipan Sahabat dapat kami catat dengan rapi. 😊

☎️ Admin Tarie: +62 856-9739-4122
☎️ Admin Vetty: +62 822-2886-1739


Barakallahu fikum wa Jazakumullah khairan. ✨
760002
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

06 Sep 2026, 10.20

Photo
Salurkan qurban terbaik Sahabat melalui:
💳 BSI: 125-000-001-8
💳 BNI: 222-211-147-7
💳 BRI: 040-701-001-906-564
💳 Mandiri: 130-002-574-400-7
💳 BCA: 156-338-787-8
💳 Muamalat: 101-000-202-4
📌 a.n. Taqwa Squad Indonesia

---
Catatan Penting:
Kami mohon kesediaannya untuk konfirmasi dan kirim bukti transfer agar titipan Sahabat dapat kami catat dengan rapi. 😊

☎️ Admin Tarie: +62 856-9739-4122
☎️ Admin Vetty: +62 822-2886-1739


Barakallahu fikum wa Jazakumullah khairan. ✨
867000
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

06 Sep 2026, 10.20

“Indonesia penghasil sawit nomor 1… tapi minyak goreng mahal? Kok bisa?”


Gini sederhananya:

Indonesia memang banyak sawit. Tapi harga minyak goreng itu nggak cuma ditentukan Indonesia.

👉 Ikut harga dunia.

Kalau di luar negeri harga lebih mahal:
- Produsen pilih jual ke luar negeri
- Karena lebih untung
Akibatnya:
👉 stok di dalam negeri berkurang
👉 harga di dalam ikut naik


Terus kenapa BBM bisa ditahan?
👉 Karena BBM disubsidi pemerintah
👉 Selisih harga dibayar negara

Sementara minyak goreng?
👉 Tidak disubsidi sebesar itu
👉 Jadi harganya ikut naik


🔥 CONTOH

Bayangin kamu punya kebun mangga.
- Di kampung laku Rp5.000
- Di kota laku Rp10.000
Kamu jual ke mana?
👉 Pasti ke kota

Nah, itu yang terjadi sama sawit.


Jadi minyak goreng mahal itu karena:
👉 harga ikut pasar dunia
👉 yang jual cari untung (lebih memilih export)
👉 Akibatnya stok dalam negeri berkurang.
👉 Harga jadi ikut naik.
985007
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

06 Sep 2026, 10.20

Photo
Alhamdulillah IR COLLECTION masih bisa membersamai saudara-saudara kita di Palestina di penghujung Ramadhan.
1,360007
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

06 Sep 2026, 10.20

Mas Anton Sugiarto

sebelum terlalu jauh menyindir, ada baiknya baca dulu sedikit tentang geopolitik sawit.

Indonesia menguasai sekitar 55% produksi sawit dunia. Industri ini menopang jutaan petani dan belasan juta tenaga kerja.

Karena itu sawit Indonesia sejak lama ditekan oleh negara-negara Barat, terutama melalui berbagai regulasi dagang seperti EUDR.

Tahu EUDR? Googling, jangan males! Paling nggak biar tambah pinter, bukan tambah su'udzon.

Kenapa ditekan?

Karena sawit adalah minyak nabati paling produktif di dunia. Kalau sawit disingkirkan dari pasar global, yang diuntungkan adalah produsen minyak nabati lain di negara mereka.

Jadi sebelum terlalu cepat menuduh orang lain “antek asing”, ada baiknya belajar dulu membaca peta kepentingan global.

Karena sering kali yang paling keras menuduh itu justru tanpa sadar sedang mengulang narasi yang menguntungkan kepentingan asing.

Coba banyakin baca. Supaya nggak darurat literasi.

Kalau belum paham, simak dulu, belajar dulu.
Supaya tidak terlihat sedang menjadi antek asing gratisan tanpa disadari.

#IreneRadjiman
#HidupBelajar
#LawanDaruratLiterasi
#SawitUntukIndonesia
#BerpikirSebelumMenuduh
844008
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

29 Apr 2026, 12.41

Logikanya kayak bener, tapi lucu 🤣🤣

Banjir di Sumatra karena sawit? Kalau begitu saya mau tanya sedikit.

Jerman banjir besar.
Pakistan banjir besar.
Inggris juga berkali-kali banjir.

Apakah mereka juga menanam sawit?

Masalah banjir tidak sesederhana satu komoditas.

Banjir biasanya terjadi karena kombinasi:
- tata ruang yang buruk,
- pendangkalan sungai,
- hilangnya daerah resapan,
- curah hujan ekstrem.

Sawit sering dijadikan kambing hitam karena mudah disalahkan. Padahal fakta lainnya jarang disebut:

Sawit adalah minyak nabati paling produktif di dunia. Menghasilkan minyak jauh lebih banyak dibanding kedelai atau bunga matahari per hektare.

Sawit menopang jutaan petani kecil dan menjadi salah satu sumber devisa terbesar negara.

Artinya kalau dunia berhenti memakai sawit,
justru lahan yang dibutuhkan akan jauh lebih luas.

Jadi persoalannya bukan sawit atau tidak sawit. Persoalannya adalah pengelolaan lahan yang benar.

Karena menyederhanakan masalah kompleks menjadi satu kambing hitam biasanya bukan analisis.

Itu hanya narasi yang terdengar pintar, tapi sebenarnya malas berpikir.

Tapi postingan edukasi begini nggak akan sampai kalau udah males mikir. Kenapa males mikir? Karena di otaknya cuma su'udzon, ogah belajar kalau materinya nggak sesuai nafsunya.

Ya ini sih bukan edukasi buat yang ngerasa bener. Ini pengetahuan buat yang mau melihat dari semua sisi.

Nggak usah terlalu benci, karena jarak benci dan cinta itu tipis 😂😂 kalo sampai kecintaan entar malu sampai keluar kentut 😂😂

Apalagi kalau nanti ada perang dunia ke-3 krisis energi ternyata hidupnya di topang sama sawit. Gimana tuh? Mau benci tapi butuh. Mau dipakai tapi dulu teriak-teriak nolak 😂😂

Jadi dagelan hidup lu 😂😂

#IreneRadjiman
#Sawit
418007
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

29 Apr 2026, 12.41

🚨 Kadang orang menertawakan sesuatu… hanya karena belum memahami gambaran besarnya.

Ketika Presiden Prabowo bicara tentang potensi Perang Dunia ke-3, banyak yang mencibir.
Katanya dramatis.
Katanya menakut-nakuti.
Katanya di otaknya cuman perang.

Hari ini dunia memanas.
Amerika dan Iran saling serang.

Selat Hormuz terancam.
Harga minyak dunia naik.
Pasar global tegang.

Tiba-tiba peringatan itu tidak terdengar berlebihan lagi.

Sekarang ingat lagi ketika beliau bicara tentang memperkuat sektor sawit.

Langsung ramai.

Ada yang menuduh ini demi bisnis pribadi.
Ada yang langsung meneriakkan deforestasi.
Ada yang seolah yakin negara membuat kebijakan strategis tanpa perhitungan.

Padahal dalam dunia yang sedang tidak stabil, sawit bukan sekadar kebun.

🌴 Sawit adalah energi alternatif.
🌴 Sawit adalah devisa negara.
🌴 Sawit adalah penyangga ekonomi ketika impor minyak terganggu.

Indonesia menjalankan program biodiesel seperti B35 dan menuju B40. Artinya sebagian bahan bakar kendaraan berasal dari sawit, bukan sepenuhnya dari minyak bumi.

Kalau konflik global benar-benar mengganggu pasokan energi dunia, negara yang punya biofuel domestik akan lebih tenang daripada negara yang hanya bisa menunggu kapal tanker minyak datang.

Di sinilah perbedaan cara berpikir terlihat jelas.

Netizen melihat potongan isu.
Pemimpin negara melihat peta risiko global.

Netizen bereaksi hari ini.
Negara merancang ketahanan untuk satu dekade.

Apakah risiko lingkungan tidak ada? Tentu ada.
Tapi negara juga bukan organisasi liar yang membuka hutan sesuka hati.

Ada regulasi, ada moratorium, ada standar ekspor global, ada tekanan pasar internasional.

Membuka hutan sembarangan justru akan merugikan Indonesia sendiri di pasar dunia.

Jadi ketika setiap kebijakan langsung dituduh sebagai kepentingan pribadi tanpa bukti, yang terlihat sebenarnya bukan kritik tajam. Yang terlihat adalah kemalasan untuk memahami kompleksitas negara.

Kritik itu penting.
Tapi kritik tanpa memahami geopolitik sering berubah menjadi sekadar keributan digital.

Dan dalam dunia yang sedang menuju badai besar, negara yang selamat bukan yang paling keras berdebat di media sosial.

Tapi yang paling siap sebelum badai itu benar-benar datang.

#IreneRadjiman
#SawitEnergiBangsa
#StrategiNegara
#KetahananEnergiIndonesia
#BacaSebelumMenghina
4430011
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

29 Apr 2026, 12.41

Menjawab pertanyaan (terimakasih bapak/ibu Pojok Timur yang sudah bertanya). Saya terbuka untuk diskusi seperti ini 🙏

Kenapa narasi sejarah (seperti Hudaibiyah) baru diangkat sekarang, tepat saat Presiden ikut Board of Peace yang digagas Trump?

Saya jawab lewat lapisan agama, politik dan realitas ya...

Lapisan 1: AGAMA (PRINSIP & TELADAN)

Dalam Islam, sejarah seperti Perjanjian Hudaibiyah bukan sekadar cerita moral, tapi pelajaran strategi. Rasulullah ﷺ berada di pihak yang dizalimi, namun tidak selalu memilih jalan konfrontasi, meski secara moral beliau paling benar.

Artinya, Islam mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu diperjuangkan dengan cara yang paling keras, tapi dengan cara yang paling efektif menghentikan kezaliman.

Jadi mengingat Hudaibiyah sekarang bukan manipulasi sejarah, melainkan mengambil hikmah saat konteksnya menuntut strategi, bukan emosi.

Lapisan 2: POLITIK (PERAN NEGARA)

Umat dan negara punya peran berbeda.

Umat boleh dan sah: marah, boikot
berdemo, menyuarakan moral.

Negara tidak bisa berhenti di situ. Negara harus: duduk di forum internasional, menekan lewat diplomasi, mengunci alasan perang, menjaga posisi politik jangka panjang.

Masuk ke Board of Peace bukan berarti tunduk, tapi memastikan Indonesia hadir di meja tempat keputusan global dibentuk.

Jika Indonesia tidak hadir, narasi akan sepenuhnya dikuasai negara-negara kuat tanpa ada penyeimbang dari dalam.

Lapisan 3: REALITAS (FAKTA DI LAPANGAN)

Faktanya pahit:
- Palestina sudah didukung banyak negara
- resolusi PBB sudah banyak
- demo global sudah bertahun-tahun

Namun perang tetap terjadi. Kenapa?

Karena perang tidak berhenti hanya dengan dukungan moral, tapi ketika alasan menyerang dipatahkan secara politik dan hukum internasional.

Forum seperti BoP adalah arena perebutan pengaruh, bukan ruang ideal. Tidak hadir sama sekali tidak membuat Palestina lebih kuat, justru membuat suara mereka makin kecil.

MENJAWAB KEKHAWATIRAN “INI JANGAN-JANGAN CUMA PEMBENARAN”

Kekhawatiran itu sah. Dalam demokrasi, kebijakan memang layak dicurigai dan dikritisi.

Tapi pembenaran terjadi kalau: posisi moral berubah, dukungan ke Palestina dicabut, penjajahan dilegalkan.

Sampai hari ini, itu tidak terjadi.

Posisi resmi Indonesia tetap: mendukung kemerdekaan Palestina, menolak penjajahan, solusi dua negara.

Yang berubah bukan sikap, tapi cara berjuang di level negara.

Agama memberi arah moral.
Politik menentukan langkah.
Realitas memaksa strategi.

Kalau ketiganya dicampur tanpa dibedakan, kita akan terus bertengkar di level emosi,
sementara perang berjalan tanpa henti.

Sejarah tidak selalu dipanggil untuk membenarkan kekuasaan. Kadang ia dipanggil untuk mengingatkan bahwa kemenangan sejati sering lahir dari jalan yang tidak populer, tapi paling masuk akal.

#IreneRadjiman
#BoardOfPeace
#NarasiPublik
7210010
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

29 Apr 2026, 12.41

Seolah-olah: kalau tidak berteriak, berarti membela penjahat. kalau berunding, berarti berkhianat. kalau tidak emosional, berarti sesat. Padahal sejarah Islam sendiri mengajarkan kebalikannya.

Dari Perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah ﷺ mengajarkanku satu hal pahit tapi agung: Tidak semua kemenangan harus terlihat gagah hari itu. Ada kemenangan yang baru dipahami setelah emosi reda.

Kadang yang kita sebut “lemah”, adalah keberanian menahan diri. Kadang yang kita sebut “kompromi”, adalah jalan panjang menuju kemenangan. Dan saya belajar satu hal: “Akal yang tenang sering mengalahkan emosi yang benar.”

#KonteksUtuh
#PikirDuluBaruMarah
#BelajarDariSejarah
#DiplomasiInternasional
#IreneRadjiman
1,120002
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

29 Apr 2026, 12.41

Tahu “Perjanjian Hudaibiyah?”

Saat itu, Rasulullah ﷺ dan para sahabat berada di pihak yang jelas dizalimi. Mereka diusir, disiksa, dan dirampas haknya. Secara moral, posisi mereka tidak perlu diperdebatkan. Mereka benar.

Namun ketika kesempatan perang terbuka, Rasulullah tidak memilihnya. Beliau memilih perjanjian. Bahkan perjanjian yang di mata banyak sahabat, terasa tidak adil dan menyakitkan harga diri.

Isi perjanjiannya kira-kira begini:
• kaum muslimin tidak boleh masuk Mekah tahun itu
• kaum muslimin harus pulang, baru boleh umrah tahun depan
• Jika ada orang Quraisy masuk Islam dan lari ke Madinah, harus dikembalikan
• Tapi kalau ada Muslim yang balik ke Quraisy, tidak perlu dikembalikan
• Gencatan senjata 10 tahun

Andai saat itu aku ada disana, pasti aku akan berteriak: “Ini nggak adil!” “Kita yang benar, kenapa kita mengalah?”
Bahkan Umar bin Khattab sampai bertanya: “Bukankah kita di pihak yang benar, ya Rasulullah?” Rasulullah tidak membalas dengan emosi, tapi dengan visi jauh ke depan.

Saat penulisan perjanjian dimulai, Ali bin Abi Thalib menulis: “Ini adalah perjanjian antara Muhammad Rasulullah dan Quraisy…”
Utusan Quraisy langsung protes: “Kami tidak mengakui Muhammad sebagai Rasul.” Mereka minta tulisan itu dihapus. Diganti “Muhammad bin Abdullah”.

Para sahabat tercekat. Ini bukan sekadar kata. Ini soal harga diri. Ali menolak. Tangannya tak sanggup menghapus. Dan… Rasulullah ﷺ menghapusnya sendiri.

Sampai di titik ini, andai saat Perjanjian Hudaibiyah terjadi, sudah marak sosial media seperti sekarang. Maka para influencer pasti akan bilang gini,
“Gila ya Muhammad, katanya Nabi, tapi kok malah ikutin apa maunya kafir Quraisy!”
“Udah jelas kaum muslimin disiksa, hartanya dirampok, kok masih mau berunding sama kafir Quraisy!”
“Dia bahkan ngalah lho saat suruh hapus gelar Rasulnya, apa jangan-jangan sebenarnya dia bukan Rasul?”
“Nabi kok menjamin keamanan buat perampok! Apa nggak sesat tuh keputusannya!”

Dan komenter-komentar lain. Jangan bilang enggak! Kita saat ini bisa melihat kebenaran, karena Perjanjian Hudaibiyah itu sudah ditulis oleh tinta emas sejarah…
Kita hari ini bisa tenang berkata, “Rasulullah benar,” karena hasil akhirnya sudah kita tahu.
Kita tahu: setelah Hudaibiyah, perang besar berhenti, dakwah justru berkembang pesat, banyak tokoh Quraisy masuk Islam, dan Mekah akhirnya ditaklukkan tanpa pertumpahan darah besar.

Allah bahkan menurunkan ayat: “Sesungguhnya Kami telah memberimu kemenangan yang nyata.” (QS Al-Fath: 1)

Tapi jujur saja, ayat itu turun setelah perjanjian ditandatangani, bukan sebelum. Artinya apa? Artinya, di momen kejadiannya, keputusan Rasulullah tidak terlihat heroik, tidak memuaskan emosi, dan sangat mudah disalahpahami.

Persis seperti hari ini. Hari ini, ketika ada pemimpin bicara dengan bahasa diplomasi,
bukan bahasa teriakan, bukan bahasa amarah, bukan bahasa “yang penting kelihatan paling benar”, lalu langsung dituduh:
“Ini sesat.”
“Ini membela penjahat.”
“Ini legitimasi kezaliman.”

Padahal tuduhan semacam itu persis dengan komentar-komentar imajiner tadi. Bedanya satu: kita belum sampai di halaman akhir sejarah.

Saat Rasulullah ﷺ menandatangani Hudaibiyah, beliau tidak mengubah posisi moral Islam. Beliau tetap berada di pihak yang dizalimi. Beliau tidak mengakui kezaliman Quraisy sebagai benar. Namun yang beliau ubah adalah cara berhadapan. Rasulullah memilih bahasa yang diterima lawan, bukan bahasa yang memuaskan amarah sendiri.

Karena Rasulullah paham satu hal yang sering dilupakan orang yang gemar berteriak: orang yang merasa terancam tidak akan berhenti menyerang, sekeras apa pun kita mengutuknya.

Maka beliau menurunkan senjata, mengunci alasan perang, dan membiarkan waktu bekerja. Kalau hari itu Rasulullah memilih memuaskan emosi sahabat, mungkin kita tidak pernah membaca QS Al-Fath hari ini.

Dan di sinilah letak masalah banyak orang sekarang. Mereka ingin kebenaran yang lantang, tapi lupa bahwa kebenaran juga butuh strategi. Mereka ingin moral yang keras, tapi menolak cara agar darah berhenti.
899005
Chanel Irene Radjiman logo
Chanel Irene Radjiman

16 Apr 2026, 09.18

TONTON SAMPAI SELESAI YA...!!!

Yang bilang "Bikin malu aja, jauh-jauh ke Inggris cuma buat di demo aktivis UK!"

Trus posting video propaganda ASPAL.

Sini tonton sampai selesai videonya

Belakangan beredar video viral yang menyebut Presiden Indonesia “didemo aktivis Inggris”, dituduh sebagai penjahat perang, dan dikaitkan dengan tuntutan kemerdekaan Papua Barat.
Sekilas terlihat meyakinkan. Tapi kalau ditelusuri pelan-pelan, ceritanya jauh lebih kompleks.

Ya, demonya nyata.
Ya, videonya bukan rekayasa AI.
Tapi video yang viral bukan rekaman mentah.
Ia adalah potongan-potongan footage yang dipilih momen paling keras, dipendekkan,
lalu diberi teks overlay bernada tuduhan.
Artinya:
👉 yang diedit bukan gambarnya, tapi maknanya.

Di video asli terlihat warga Indonesia yang menyambut kedatangan Presiden, di sisi lain, pendemo pro-kemerdekaan Papua Barat.

Pendemo itu bukan orang Inggris, melainkan:
aktivis dari Papua Nugini, jaringan internasional Free West Papua.

Pertanyaannya: Papua Nugini apakah bagian dari Inggris? Jawabannya: tidak.

Papua Nugini adalah negara berdaulat, merdeka sejak 1975. Memang anggota Commonwealth, tapi itu bukan jajahan Inggris dan tidak mewakili Inggris.

Pertanyaan lagi nih, kalo masih punya sisa otak, tolong pake buat mikir yang bener.

"Kenapa Papua Nugini yg demo minta kemerdekaan buat Papua Barat?"

Jarimu itu tahan dulu! Jangan terlalu sering bergerak lebih cepat dari otakmu...!!

Waktu bencana Aceh bikin hoax nakes Indonesia dibilang nakes Malaysia. Sekarang orang Papua Nugini dibilang aktivis Inggris.

Apaan sih...!!!

#IreneRadjiman
#BeritaAktual
#KunjunganPresidenKeInggris
724002

Showing 20 of 20 posts

Peringkat

Diperlukan Masuk

Frequently Asked Questions

Channel Telegram Chanel Irene Radjiman tentang apa?+

Chanel Irene Radjiman (@ireneradjiman) adalah channel Telegram di kategori Novel di tgdio. Lihat ranking, rating, ulasan, dan postingan terbaru sebelum berlangganan. Saat ini sekitar 2.678 subscriber di tgdio.

Bagaimana bergabung dengan Chanel Irene Radjiman (@ireneradjiman)?+

Buka profil di tgdio, lalu Join / Open in Telegram untuk berlangganan @ireneradjiman gratis.

Apakah Chanel Irene Radjiman channel Novel yang bagus?+

Di tgdio Anda bisa cek rating, ulasan, ranking, dan postingan Chanel Irene Radjiman sebelum bergabung. Saat ini sekitar 2.678 subscriber di tgdio. Bandingkan dengan channel Novel serupa.

Di mana melihat statistik dan postingan Chanel Irene Radjiman?+

Di tgdio, buka halaman @ireneradjiman untuk statistik, ranking, rating, dan postingan.