Sahamology Telegram channel photo

Sahamology

@sahamologyPublic Channel

Akun Channel Interactive SAHAMOLOGY, Mari kita belajar saham lebih baik agar bisa menjadi sumber income dan asset yang bertumbuh. Trading Saham Jalan Cuan Ku Download SAHAMOLOGY https://onelink.to/tetrasaham

337

Last views

9k (8,961 subscribers)
Anggota
—
Rating
89
Total Posts
Oct 14, 2026, 4:46 PM
Diperbarui
Apr 6, 2026
Created
Stats

Anda melihat konten dalam bahasa Indonesia. Untuk melihat konten dalam bahasa lain, ubah bahasa situs web.

Channel Information

Channel Information
Channel NameSahamology
Username@sahamology
CategoryPasar Saham & Trading
LanguageIndonesia
CountryIndonesia
Anggota8,961
Channel TypePublic Channel
Created6 Apr 2026
Last Updated14 Okt 2026 • 7 hari yang lalu
StatusActive

Peringkat

Peringkat Global
#217674-32
Peringkat Bahasa
#934-1
Peringkat Kategori
#2144+2

Pertumbuhan Pelanggan

Total: 9.0K30 Days growth: -210.2%
09/1509/2009/2509/3010/0510/1010/14
Pertumbuhan Pelanggan - 30 Days
DateSubscribers
15:09:20268,982
16:09:20268,982
17:09:20268,994
18:09:20268,994
19:09:20268,994
20:09:20268,994
21:09:20268,994
22:09:20268,994
23:09:20268,994
24:09:20268,994
25:09:20268,994
26:09:20268,994
27:09:20268,994
28:09:20268,994
29:09:20268,994
30:09:20268,994
01:10:20268,994
02:10:20268,994
03:10:20268,994
04:10:20268,994
05:10:20268,994
06:10:20268,994
07:10:20268,994
08:10:20268,994
09:10:20268,994
10:10:20268,994
11:10:20268,994
12:10:20268,994
13:10:20268,994
14:10:20268,961
Pertumbuhan Pelanggan - Weekly
DateSubscribers
Week of 06:04:20269,094
Week of 13:04:20269,094
Week of 20:04:20269,094
Week of 27:04:20269,111
Week of 04:05:20269,111
Week of 11:05:20269,122
Week of 18:05:20269,122
Week of 25:05:20269,122
Week of 01:06:20269,084
Week of 08:06:20269,084
Week of 15:06:20269,084
Week of 22:06:20269,084
Week of 29:06:20269,033
Week of 06:07:20269,033
Week of 13:07:20269,033
Week of 20:07:20269,009
Week of 27:07:20269,009
Week of 03:08:20268,997
Week of 10:08:20268,997
Week of 17:08:20268,987
Week of 24:08:20268,991
Week of 31:08:20268,991
Week of 07:09:20268,982
Week of 14:09:20268,994
Week of 21:09:20268,994
Week of 28:09:20268,994
Week of 05:10:20268,994
Week of 12:10:20268,961
Pertumbuhan Pelanggan - Monthly
DateSubscribers
April 20269,111
May 20269,122
June 20269,033
July 20269,009
August 20268,991
September 20268,994
October 20268,961
Pertumbuhan Pelanggan - Yearly
DateSubscribers
20268,961

Top 10 posts

Most viewed posts from this channel

By views
  1. #1IHSG menghadapi perdagangan yang penuh tekanan, meski peluang rebound 1.1K
  2. #2Pelemahan bursa Asia, ketidakpastian suku bunga AS, dan rupiah yang me941
  3. #3Penguatan IHSG, dukungan foreign net buy, volume tinggi, dan seluruh s882
  4. #4IHSG menghadapi ujian penting di tengah tekanan global dan aksi jual a819
  5. #5Pasar mulai rebound, tapi risiko belum benar-benar hilang—ini fase kru774
  6. #6Pasar sedang diuji tekanan global—ini fase bertahan atau mulai peluang766
  7. #7IHSG menguat tipis di tengah net sell asing, sementara pelemahan Wall 752
  8. #8Market kembali bangkit, tapi belum sepenuhnya aman dari jebakan volati708
  9. #9APEX Raih Kontrak US$74,3 Juta dari Pertamina Hulu Mahakam, Utilisasi 689
  10. #10CBDK Siapkan Buyback Saham Rp250 Miliar, Manajemen Soroti Fundamental 685

Postingan Terbaru

Sahamology logo
Sahamology

19 Okt 2026, 04.34

Morning Briefing 191026.pdf174.8 KB
Pelemahan Wall Street, kekhawatiran pendanaan AI, serta usulan reklasifikasi Indonesia oleh MSCI meningkatkan risiko arus modal keluar dan volatilitas pasar saham Indonesia. Di sisi lain, rebound bursa Asia dan kenaikan harga CPO menjadi sentimen penyeimbang. IHSG masih berada dalam tekanan bearish, meski peluang technical rebound terbuka. Investor disarankan menjaga manajemen risiko, mencermati aliran dana asing, dan selektif mengambil peluang di tengah ketidakpastian pasar.

Watchlist Aplikasi Teman Trader : INTP ELSA PKPK ENRG BBCA
337000
Sahamology logo
Sahamology

16 Okt 2026, 09.31

EMAS Percepat Proyek Tambang Emas Pani, Target Kapasitas Produksi hingga 700 Ribu Ons per Tahun

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mempercepat ekspansi Tambang Emas Pani di Gorontalo dengan menyiapkan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) fase kedua. Penambahan fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi emas sekaligus mempercepat potensi pembentukan arus kas pada masa mendatang.

Presiden Direktur EMAS, Boyke P. Abidin, menjelaskan bahwa CIL fase pertama dirancang memiliki kapasitas pemrosesan 12 juta ton bijih per tahun, dengan kemampuan peningkatan hingga 14,4 juta ton. Setelah kedua fasilitas beroperasi dan melewati tahap uji coba, kapasitas produksi gabungan ditargetkan mencapai 500.000–700.000 ons emas per tahun, dibandingkan proyeksi awal 250.000–350.000 ons.

Pembangunan fase pertama menunjukkan kemajuan pada pekerjaan rekayasa, pengadaan peralatan, dan konstruksi. Pekerjaan sipil telah dimulai di sejumlah area, termasuk penggilingan, pelindian, dan pengentalan. Pembangunan fasilitas penyimpanan tailing juga terus berjalan.

Untuk mempercepat fase kedua, EMAS telah mengintegrasikan sejumlah infrastruktur pendukung ke dalam desain fase pertama. Persiapan ini diharapkan membuat pembangunan fasilitas berikutnya lebih efisien. Perseroan juga tengah memperbarui studi kelayakan fase kedua yang akan mencakup kebutuhan modal, proyeksi produksi, dan keekonomian proyek.

Bagi investor, ekspansi Pani Gold Mine berpotensi meningkatkan skala bisnis dan arus kas EMAS dalam jangka panjang. Namun, realisasi target tetap bergantung pada keberhasilan konstruksi, proses commissioning, kebutuhan pendanaan, serta kondisi operasional dan rantai pasok. Karena itu, perkembangan proyek dan pembaruan studi kelayakan menjadi faktor penting untuk dipantau.
560000
Sahamology logo
Sahamology

16 Okt 2026, 09.08

OJK Buka Suara soal Rumor Akuisisi BBCA oleh Haji Isam, Pengawasan Perubahan Kendali Bank Diperketat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pengawasan terhadap kepemilikan dan aksi korporasi perbankan tetap berjalan di tengah rumor akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh Haji Isam. Namun, BCA sebelumnya telah membantah kabar yang beredar di media sosial tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan regulator terus memantau perubahan struktur kepemilikan maupun pengendalian bank. Jika terdapat transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali, OJK akan melakukan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Dian, evaluasi terhadap perubahan kendali bank besar tidak hanya mencakup transaksi saham, tetapi juga dampaknya terhadap profil risiko, likuiditas, permodalan, penyaluran kredit, tata kelola, serta konsentrasi eksposur dan transaksi pihak terkait. OJK juga akan mencermati pengaruhnya terhadap persaingan industri dan hubungan bank dengan kelompok usaha pemegang saham.

Di sisi lain, BCA telah menyatakan rumor akuisisi tersebut tidak benar. Dengan demikian, kabar yang beredar belum menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya transaksi pengambilalihan BBCA.

Berdasarkan informasi kepemilikan yang disampaikan, PT Dwimuria Investama Andalan masih memegang 54,94% saham BCA. Sementara itu, kepemilikan masyarakat mencapai 44,64%, terdiri atas saham warkat sebesar 2,51% dan saham nonwarkat 42,13%.

OJK menyebut stabilitas perbankan nasional secara umum masih ditopang oleh permodalan dan likuiditas yang memadai serta penerapan prinsip kehati-hatian.

Bagi investor BBCA, perkembangan ini menegaskan pentingnya membedakan rumor pasar dari keterbukaan informasi resmi. Perubahan pengendalian bank baru relevan dinilai sebagai aksi korporasi apabila terdapat informasi dan proses yang terkonfirmasi, bukan semata-mata kabar di media sosial.
438000
Sahamology logo
Sahamology

16 Okt 2026, 09.05

ITMG Bentuk Anak Usaha Baru, Perkuat Strategi Ekspansi ke Bisnis Mineral

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memperluas struktur bisnisnya melalui pendirian anak usaha baru, PT ITM Mineral Investama (IMI). Entitas ini disiapkan untuk mendukung pengembangan portofolio mineral secara terintegrasi, sejalan dengan strategi diversifikasi bisnis perseroan di luar batu bara.

Sekretaris Perusahaan ITMG, Monika I Krisnamurti, menyampaikan bahwa IMI akan menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas portofolio komoditas mineral. Langkah tersebut sejalan dengan arah ekspansi ITMG ke sektor lain, termasuk peluang pada komoditas seperti nikel dan bauksit.

Pendirian IMI dilakukan bersama PT ITM Batubara Utama (IBU), anak usaha yang sahamnya dimiliki ITMG sekurang-kurangnya 99% dari modal disetor. Dengan struktur kepemilikan tersebut, transaksi pendirian perusahaan baru dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.

Manajemen menjelaskan bahwa transaksi tersebut tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Alasannya, nilai transaksi tidak melampaui batas yang mewajibkan RUPS untuk transaksi material dan dilakukan dengan entitas anak yang dikendalikan perseroan.

Secara legal, pendirian IMI tercantum dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 17 tertanggal 7 Oktober 2026. Dokumen tersebut dibuat di hadapan notaris di Jakarta Utara, sementara pengesahan pendirian disebut telah diterbitkan melalui keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia.

Bagi investor, pembentukan IMI menjadi langkah awal yang perlu dipantau dalam strategi diversifikasi bisnis ITMG. Meski membuka ruang pengembangan portofolio mineral, kontribusinya terhadap kinerja keuangan masih bergantung pada rencana operasional, investasi lanjutan, dan realisasi proyek perusahaan.
396000
Sahamology logo
Sahamology

16 Okt 2026, 04.51

Morning Briefing 161026.pdf180.2 KB
Pelemahan bursa Asia, ketidakpastian suku bunga AS, dan rupiah yang melemah menjadi tantangan bagi pasar saham Indonesia. Meski demikian, net buy investor asing dan potensi pantulan teknikal dari area oversold dapat menjadi katalis pemulihan. Investor sebaiknya mencermati level support IHSG 5.804, pergerakan harga komoditas, serta memilih saham secara selektif dengan disiplin manajemen risiko di tengah volatilitas pasar saham yang tinggi.

Watchlist Aplikasi Teman Trader : BBRI SMRA UNTR STRK CTRA
941001
Sahamology logo
Sahamology

15 Okt 2026, 13.08

SMLE Jual 50% Saham Anak Usaha ke Perusahaan Denmark, Bidik Pertumbuhan Bisnis

PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menargetkan peningkatan kinerja keuangan melalui rencana divestasi 50% saham anak usahanya, PT Sinar Aroma Santosa (Sinarom), kepada perusahaan asal Denmark, Denico Food Ingredients. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang ekspansi melalui penguatan produk, teknologi, dan jaringan pemasaran.

Direktur Utama SMLE Siu Min menyampaikan, kolaborasi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan penjualan, memperluas portofolio produk, serta meningkatkan penetrasi pasar. Selain pengembangan bisnis Sinarom, SMLE juga melihat peluang memasarkan dan mendistribusikan produk Denico di Indonesia.

Meski demikian, nilai transaksi divestasi belum ditetapkan secara terperinci. SMLE berencana memanfaatkan dana yang diperoleh untuk mendukung pengembangan usaha Sinarom, termasuk penguatan modal kerja, pengembangan produk dan fasilitas, serta kebutuhan operasional.

Dari sisi strategi bisnis, SMLE akan tetap berfokus pada distribusi dan pemasaran bahan baku specialty ingredients untuk industri makanan-minuman, perawatan diri, parfum, dan farmasi. Sementara itu, Sinarom menjalankan kegiatan manufaktur melalui proses blending bahan kimia untuk menghasilkan produk sesuai formulasi pelanggan industri makanan.

Pembagian fokus tersebut diharapkan menciptakan sinergi antara distribusi dan manufaktur, sekaligus memperluas potensi pertumbuhan kedua entitas.

Saat ini, Denico telah menandatangani Letter of Intent (LoI). Kedua pihak dijadwalkan melanjutkan proses uji tuntas (due diligence) terhadap Sinarom sebelum transaksi berlanjut ke tahap berikutnya.

Bagi investor, realisasi kerja sama dan manfaatnya terhadap pendapatan SMLE menjadi hal yang perlu dicermati. Namun, potensi peningkatan kinerja masih bergantung pada hasil uji tuntas, kesepakatan transaksi final, dan implementasi kerja sama.
465001
Sahamology logo
Sahamology

15 Okt 2026, 13.04

ADMR Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun, Mayoritas Dana untuk Bangun CHPP 2

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menghimpun pendanaan Rp2 triliun melalui penerbitan obligasi anak usahanya, PT Maruwai Coal, untuk mendukung ekspansi infrastruktur pertambangan. Obligasi tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Oktober 2026.

Penerbitan Obligasi I Maruwai Coal Tahun 2026 terdiri dari dua seri. Seri A bernilai Rp1,21 triliun dengan kupon 8% dan tenor 370 hari, sedangkan Seri B sebesar Rp780,2 miliar menawarkan kupon 8,75% dengan tenor tiga tahun. Maruwai Coal merupakan anak usaha yang 99,99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh ADMR.

Corporate Secretary ADMR Mahardika Putranto menjelaskan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan infrastruktur anak usaha. Sekitar 92% dana hasil obligasi dialokasikan untuk belanja modal, dengan 81% dari total dana emisi ditujukan bagi pembangunan coal handling and processing plant (CHPP) 2 di Murung Raya, Kalimantan Tengah. Sisanya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja.

Pembangunan CHPP 2 menjadi fokus utama penggunaan dana, seiring kebutuhan pengembangan fasilitas penanganan dan pengolahan batu bara. Dari sisi pendanaan, obligasi ini memberikan tambahan sumber modal bagi proyek, tetapi juga meningkatkan kewajiban keuangan konsolidasian ADMR.

Manajemen menyatakan kenaikan kewajiban tersebut tidak diperkirakan berdampak material terhadap kelangsungan usaha. Obligasi Maruwai Coal juga memperoleh peringkat idAA dari Pefindo.

Bagi investor saham ADMR, perkembangan proyek CHPP 2 dan efektivitas penggunaan dana menjadi hal penting untuk dipantau. Investor juga perlu mencermati dampak penambahan utang terhadap beban keuangan serta kemampuan proyek mendukung kinerja operasional ke depan.
312000
Sahamology logo
Sahamology

15 Okt 2026, 12.43

SQMI Berpotensi Punya Pengendali Baru, Maxglory Siapkan Investasi di Induk Usaha

PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) berpotensi memiliki pengendali tidak langsung baru setelah Maxglory Capital Limited (MCL) menyepakati transaksi saham dan obligasi konversi dengan induk usahanya, Wilton Resources Corporation Limited (WRC). Rencana tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/10/2026).

Kesepakatan yang ditandatangani pada 9 Oktober 2026 itu terdiri atas dua transaksi. Pertama, MCL akan mengambil bagian sebanyak 1,07 miliar saham baru WRC dengan harga S$0,011 per saham, yang diperkirakan menghasilkan dana bruto sekitar US$9,28 juta.

Kedua, MCL akan berlangganan obligasi konversi yang dapat dikonversi menjadi 7 miliar saham baru WRC pada harga konversi S$0,011 per saham. Transaksi tersebut ditargetkan menghasilkan dana bruto sekitar US$60,63 juta.

Menurut manajemen SQMI, rangkaian transaksi itu berpotensi mengalihkan posisi pengendali di WRC kepada MCL. Dampaknya, MCL akan menjadi pengendali tidak langsung baru SQMI setelah transaksi memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dana yang dihimpun WRC direncanakan untuk melunasi kewajiban yang belum dibayar, mendukung pengembangan Ciemas Gold Project, serta memenuhi kebutuhan modal kerja grup.

Bagi investor saham SQMI, perubahan pengendali ini menjadi perkembangan penting untuk dipantau, terutama terkait realisasi transaksi dan penggunaan dana untuk proyek emas Ciemas. Namun, dampak akhirnya terhadap kinerja operasional maupun keuangan SQMI masih bergantung pada penyelesaian transaksi dan perkembangan proyek tersebut.
269000
Sahamology logo
Sahamology

15 Okt 2026, 12.35

PTRO Siapkan Rights Issue 170 Juta Saham, Dana untuk Modal Kerja Proyek

PT Petrosea Tbk (PTRO) berencana menerbitkan hingga 170 juta saham baru melalui rights issue untuk memperkuat pendanaan proyek rekayasa dan konstruksi. Berdasarkan keterbukaan informasi pada Kamis (15/10/2026), jumlah saham yang ditawarkan maksimal setara 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan saat pengumuman.

Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp5 per saham dan berasal dari saham portepel. Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) akan digunakan terutama untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dalam mendukung pengerjaan proyek-proyek perseroan.

Manajemen menilai aksi korporasi ini dapat memperkuat ekuitas dan mendukung kebutuhan pendanaan operasional. Saham baru yang diterbitkan nantinya memiliki hak yang sama dengan saham yang telah beredar, termasuk hak suara dan hak atas dividen, serta direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski demikian, pemegang saham PTRO berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 1,66% apabila tidak menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu. Besarnya saham yang diterbitkan dan harga pelaksanaan final akan dijelaskan lebih lanjut dalam prospektus perseroan.

Untuk melanjutkan rencana tersebut, Petrosea akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada Senin, 23 November 2026, pukul 10.00 WIB di Wisma Barito Pacific, Jakarta Barat. Pelaksanaan rights issue juga bergantung pada persetujuan rapat dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagi investor, perhatian utama terletak pada harga pelaksanaan, realisasi dana yang dihimpun, serta kemampuan tambahan modal kerja mendukung proyek dan kinerja operasional PTRO.
306000
Sahamology logo
Sahamology

15 Okt 2026, 04.40

Morning Briefing 151026.pdf181.7 KB
IHSG menguat tipis di tengah net sell asing, sementara pelemahan Wall Street dan bursa Asia meningkatkan risiko tekanan lanjutan, terutama pada saham teknologi. Kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS turut menjadi perhatian, di tengah rupiah yang masih tertekan. Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren jangka pendek yang lemah, meski Stochastic oversold membuka peluang rebound. Investor perlu selektif dan mencermati konfirmasi volume serta momentum beli.

Watchlist Aplikasi Teman Trader : BBCA AALI ELSA CPIN BRPT
752001
Sahamology logo
Sahamology

14 Okt 2026, 13.05

PART Ekspansi ke Bisnis Pengolahan Sampah, Siapkan Rights Issue Rp200 Miliar

PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) mulai memperluas bisnis di luar komponen otomotif dengan mengembangkan mesin pengolah sampah organik SOMYA bersama PT Enviro Mas Sejahtera. Diversifikasi ini membuka peluang bagi perseroan untuk memasuki pasar pengelolaan limbah rumah tangga hingga fasilitas pengolahan sampah daerah.

SOMYA dirancang mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu sekitar delapan jam, dengan klaim mampu mengurangi volume sampah hingga 95% melalui pengurangan kandungan air. PART menyebut telah menjual 20 unit mesin tersebut kepada pelanggan individu maupun perusahaan. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, juga telah meninjau teknologi ini untuk melihat potensi penerapannya di tingkat perkotaan.

Di sisi pendanaan, PART berencana menggelar rights issue maksimal Rp200 miliar yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada minggu pertama Desember 2026. Dana bersihnya direncanakan untuk memperkuat modal kerja, membeli bahan baku, meningkatkan produksi, serta mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi. Pelaksanaan ditargetkan pada kuartal I-2027, dengan tetap menunggu persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif OJK.

Perseroan juga berencana melakukan buyback saham maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan anggaran hingga Rp10 miliar. Pembelian kembali saham direncanakan bertahap dalam waktu maksimal 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB.

Bagi investor, dua agenda tersebut perlu dicermati bersamaan dengan perkembangan bisnis SOMYA. Diversifikasi dapat membuka sumber pendapatan baru, tetapi kontribusinya terhadap kinerja keuangan masih perlu dibuktikan. Sementara itu, rights issue berpotensi menambah kapasitas pendanaan, dengan dampak terhadap kepemilikan saham bergantung pada pelaksanaan dan partisipasi pemegang saham.
478000
Sahamology logo
Sahamology

14 Okt 2026, 13.01

Samudra Investment Borong Saham MAPI Rp285 Miliar, Kepemilikan Tembus 31,13%

Samudra (Investment) Pte. Ltd. menambah kepemilikan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melalui transaksi senilai sekitar Rp285,28 miliar. Aksi pembelian ini berlangsung pada 9 Oktober 2026 dan terjadi di tengah pertumbuhan kinerja emiten ritel tersebut sepanjang semester I-2026.

Samudra membeli 187.448.100 saham MAPI dengan harga Rp1.523 per saham. Setelah transaksi, kepemilikannya mencapai sekitar 5,16 miliar saham atau setara 31,13% dari saham beredar.

Di pasar reguler, saham MAPI menguat 7,64% ke level Rp1.550 pada perdagangan siang 14 Oktober 2026. Meski transaksi pembelian dan kenaikan harga terjadi dalam periode berdekatan, pergerakan saham tidak dapat dikaitkan semata-mata dengan aksi Samudra.

Dari sisi fundamental, MAPI membukukan laba bersih Rp1,21 triliun pada semester I-2026, meningkat 26,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih turut tumbuh 23,36% menjadi Rp24,15 triliun, dengan kontribusi penjualan eceran dan grosir sebesar Rp23,25 triliun atau naik 24,1% secara tahunan.

Pada akhir Juni 2026, MAPI mencatat total aset Rp35,41 triliun, kas dan setara kas Rp4,42 triliun, liabilitas Rp16,7 triliun, serta ekuitas Rp18,7 triliun. Posisi kas tersebut menyusut dibandingkan Rp5,04 triliun pada akhir 2025.

Bagi investor, penambahan kepemilikan Samudra dan pertumbuhan laba MAPI menjadi dua aspek yang layak dipantau. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan arus kas, kebutuhan modal kerja, serta keberlanjutan pertumbuhan penjualan untuk menilai prospek bisnis perseroan.
347000
Sahamology logo
Sahamology

14 Okt 2026, 12.38

HRTA Siapkan Private Placement 460 Juta Saham, Modal Kerja Diproyeksi Menguat

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berencana menghimpun tambahan modal melalui private placement maksimal 460,53 juta saham atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi korporasi ini diarahkan untuk memperkuat modal kerja, terutama guna memenuhi kebutuhan bahan baku emas.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 14 Oktober 2026, HRTA akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPS independen yang dijadwalkan pada 16 Oktober 2026. Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per lembar.

Perseroan berencana menggunakan seluruh dana bersih hasil penerbitan saham untuk membeli bahan baku emas berupa granule atau batangan dari pihak ketiga nonafiliasi yang tercatat dalam platform MinerbaOne Kementerian ESDM.

Manajemen memproyeksikan aksi ini dapat meningkatkan aset lancar sebesar 9,21% dan ekuitas 27,90%, berdasarkan posisi keuangan per 30 Juni 2026. Rasio lancar diperkirakan naik dari 1,69 kali menjadi 1,86 kali, sedangkan rasio liabilitas terhadap ekuitas turun dari 2,03 kali menjadi 1,59 kali.

Meski berpotensi memperkuat likuiditas dan kapasitas operasional, private placement HRTA berisiko mendilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga 9,09%. Karena itu, investor perlu mencermati harga pelaksanaan, jumlah saham yang benar-benar diterbitkan, serta dampaknya terhadap nilai kepemilikan.

HRTA menyatakan telah memperoleh persetujuan tertulis dari sejumlah kreditur perbankan, termasuk BRI, Bank Permata, dan Bank Mandiri, terkait rencana perubahan struktur permodalan tersebut.

Bagi investor, efektivitas penggunaan dana menjadi faktor penting: tambahan modal kerja diharapkan mendukung pengadaan emas, tetapi manfaatnya terhadap pertumbuhan penjualan dan laba tetap perlu dibuktikan melalui kinerja berikutnya.
326000
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

Video
IHSG masih punya ruang naik, tetapi mulai memasuki fase yang perlu diwaspadai. IHSG masih ditopang penguatan sektor energi dan industri serta sentimen positif saham AI Asia, namun tekanan asing, Stochastic yang overbought, dan posisi IHSG dekat upper Bollinger Band meningkatkan risiko konsolidasi. Investor sebaiknya menjaga level 6.600 sambil mencermati arus asing, pergerakan rupiah, harga komoditas, dan katalis global berikutnya.

Watchlist Aplikasi Teman Trader : MDIA AKRA KOTA PTBA BUMI
632000
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

DMAS melihat peluang pertumbuhan kawasan industri tetap kuat hingga 2027

Terutama dari meningkatnya kebutuhan infrastruktur data center. Kondisi suku bunga tinggi yang menjadi tantangan bagi sektor properti residensial dinilai belum menghambat permintaan dari segmen industri.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), Tondy Suwanto, mengatakan kebutuhan data center dari investor asing menjadi salah satu faktor yang menopang prospek kawasan Deltamas. Pelemahan rupiah juga dinilai membuat biaya investasi berbasis valuta asing di Indonesia relatif lebih kompetitif.

Deltamas memiliki sejumlah fasilitas yang menjadi pertimbangan bagi pengembang dan operator data center, mulai dari pasokan listrik, micro fiber optic, hingga ketersediaan air. Kawasan tersebut juga memiliki sistem pengelolaan air internal serta infrastruktur keamanan dan pengawasan.

Menurut manajemen, karakteristik permintaan data center berbeda dengan properti residensial. Jika kenaikan suku bunga dapat menekan daya beli pada segmen hunian, kebutuhan fasilitas digital justru masih memiliki ruang ekspansi seiring pertumbuhan ekonomi digital.

DMAS pun mempertahankan pandangan positif terhadap prospek kawasan industri sampai 2027. Selain investor domestik, perusahaan melihat peluang dari investor asing asal Asia maupun Amerika Serikat.

Bagi investor, data center menjadi katalis penting bagi DMAS karena dapat memperkuat permintaan lahan dan fasilitas kawasan industri. Pelemahan rupiah bahkan berpotensi menjadi daya tarik tambahan bagi investor asing yang menghitung biaya proyek dalam mata uang dolar AS.
561000
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

TLKM berkomitmen mempertahankan pembagian dividen dengan payout ratio 60%-90% dari laba bersih 2026

TLKM memberikan sinyal positif bagi investor yang mengandalkan potensi pendapatan dividen dari saham telekomunikasi.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra mengatakan besaran dividen final tetap akan diputuskan melalui RUPS setelah tahun buku 2026 berakhir. Perseroan akan mempertimbangkan laba, kondisi pasar, kinerja bisnis, serta aspirasi pemegang saham sebelum menetapkan jumlah dividen.

Di sisi lain, TLKM tidak ingin kebijakan dividen mengurangi kapasitas ekspansi. Manajemen akan menyeimbangkan pertumbuhan dividen per saham dengan kebutuhan investasi dan pengembangan bisnis agar pertumbuhan jangka panjang tetap terjaga.

Dari sisi fundamental, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun pada semester I 2026, tumbuh 3,9% secara tahunan. EBITDA meningkat 3,8% menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%.

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp10,6 triliun, naik 1,4%. Jika menggunakan laba bersih yang dinormalisasi, nilainya mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2%.

Bagi investor, kombinasi prospek dividen dan pertumbuhan laba menjadi faktor penting dalam menilai TLKM. Namun, besaran dividen aktual masih bergantung pada hasil kinerja penuh 2026 dan keputusan RUPS.
429000
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

BUMI resmi mengakuisisi 100% Loyal Metals senilai sekitar Rp1 triliun

BUMI memperluas portofolio tambang Australia setelah resmi mengakuisisi 100% saham Loyal Metals Ltd dengan nilai transaksi AUD79,06 juta atau sekitar Rp1 triliun.

Transaksi tersebut dilakukan melalui Bumi Resources Australia Pty Ltd pada 4 September 2026. Anak usaha BUMI itu mengambil alih 175.710.515 saham Loyal Metals, perusahaan yang memiliki aset di sektor tembaga, emas, dan lithium.

Salah satu aset yang menjadi perhatian adalah proyek Highway Reward di Queensland. Tambang tersebut memiliki rekam jejak produksi historis, dengan sekitar 3,65 juta ton material berkadar tembaga 5,7% serta 260 ribu ton berkadar emas 4,5 gram per ton selama periode operasi 1987–2005.

Masuknya Loyal Metals memperbesar eksposur BUMI terhadap komoditas logam yang memiliki prospek strategis. Selain tembaga dan emas di Australia, perusahaan tersebut juga memiliki aset terkait lithium di Kanada, yang berpotensi mendapat dukungan dari pertumbuhan kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Langkah ini juga melanjutkan ekspansi grup Bakrie dan Salim di sektor pertambangan Australia. Sebelumnya, kendaraan investasi yang terkait dengan Nirwan Bakrie, Anthoni Salim, dan Agoes Projosasmito telah mengakuisisi Wolfram Limited dan Jubilee Metal.

Bagi investor, akuisisi Loyal Metals menjadi katalis yang menarik untuk dicermati karena dapat memperluas basis aset BUMI di luar bisnis batu bara. Namun, kontribusi terhadap kinerja keuangan tetap akan bergantung pada pengembangan dan keekonomian aset-aset tambang tersebut.
417000
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

ADRO Akui Pendangkalan Sungai Barito Berdampak pada Logistik Batu Bara

Pendangkalan dan penyusutan debit Sungai Barito mulai memberikan tekanan terhadap logistik batu bara ADRO, seiring fenomena El Niño yang menyebabkan kondisi sungai menjadi lebih dangkal dan berpotensi membatasi pergerakan kapal tongkang.

Corporate Communication Department Head ADRO Karina Novianti mengatakan kondisi tersebut memang memberikan dampak terhadap logistik melalui jalur sungai. Meski demikian, perseroan menilai dampaknya belum cukup besar untuk mengubah panduan kinerja yang telah ditetapkan.

Risiko ini perlu dicermati mengingat penjualan ekspor menyumbang sekitar 33,42% dari penjualan konsolidasi ADRO pada semester I 2026. Nilai penjualan ekspor tercatat US$333,98 juta, dengan Singapura menjadi tujuan terbesar sebesar US$278,73 juta.
Sementara itu, penjualan domestik mencapai US$665,27 juta, sehingga total penjualan ADRO pada semester I 2026 berada di level US$999,24 juta.

ADRO masih memantau perkembangan debit Sungai Barito dan hingga kini belum melihat kebutuhan untuk merevisi panduan yang telah ditetapkan. Namun, laporan mengenai keterbatasan kedalaman sungai dan adanya produsen yang menyatakan force majeure menunjukkan bahwa risiko logistik tetap perlu diperhatikan.

Selain Barito, Sungai Mahakam juga mengalami penurunan debit akibat El Niño. Kondisi tersebut berpotensi menjadi faktor tambahan yang perlu dicermati investor terhadap distribusi batu bara.
400000
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

Kinerja Semester I TLKM Lampaui Target, Peluang Capai Panduan 2026 Makin Terbuka

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menunjukkan kinerja yang berpotensi melampaui target 2026, setelah pertumbuhan pendapatan semester I sudah berada di atas kisaran panduan yang ditetapkan perseroan.

Hingga Juni 2026, pendapatan TLKM mencapai Rp75,89 triliun, tumbuh 3,9% secara tahunan. Angka tersebut sudah melewati target pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun yang berada di kisaran 1%–3%.

Dari sisi profitabilitas, margin EBITDA tercatat 49,4%, semakin mendekati target minimal 50% untuk tahun ini. Pencapaian tersebut mencerminkan dampak transformasi bisnis yang tengah dijalankan TLKM dari model OpCo menuju struktur HoldCo.

Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah InfraNexia, yang diarahkan menjadi mesin monetisasi pendapatan eksternal sekaligus menyeimbangkan kebutuhan bisnis wholesale dan ritel.

Proses monetisasi InfraNexia dilakukan secara bertahap. Tahap awal telah selesai pada Desember 2025, sementara sepanjang 2026 TLKM melanjutkan pemindahan aset, bisnis, sumber daya operasional, serta proses persetujuan korporasi.

Tahap berikutnya diarahkan pada konsolidasi fiber end-to-end, penguatan anchor demand, monetisasi wholesale eksternal, serta peluang value unlock.

Bagi investor, kombinasi pertumbuhan pendapatan di atas panduan dan transformasi infrastruktur menjadi faktor penting yang dapat mendukung prospek kinerja TLKM hingga akhir tahun.
339000
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

Sunindo SUNI Menang Tender Pertamina EP Senilai Rp 56.28 Milyar

SUNI kembali memperkuat order book setelah PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) memenangkan tender pengadaan casing untuk PT Pertamina EP. Kontrak terbaru tersebut bernilai USD3,19 juta atau sekitar Rp56,28 miliar dengan masa pelaksanaan selama enam bulan dan 50 hari kalender.

Kontrak yang diperoleh pada 4 September 2026 itu mencakup pengadaan casing 13 3/8 inch Low Grade untuk kebutuhan Regional 1 melalui TFC. Bagi SUNI, proyek ini menambah deretan kontrak dari lingkungan Pertamina yang berhasil diamankan sepanjang tahun berjalan.

Sebelumnya, pada 24 Juli 2026, SUNI juga memenangkan tender pengadaan Wellhead dan Xmas Tree di Pertamina Regional 1 senilai Rp43,74 miliar. Proyek tersebut memiliki periode pengerjaan hingga satu tahun, empat bulan, dan 50 hari kalender.

Selain itu, SUNI pada 20 Juli 2026 mengumumkan kontrak dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk pengadaan CoO Material Wellhead Component Sub Paket A dengan nilai Rp62,55 miliar. Kontrak tersebut berlaku sejak 20 Agustus 2026 hingga 19 Agustus 2028.

Manajemen menilai rangkaian proyek tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap operasional SUNI, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan profitabilitas, khususnya pada 2027. Bagi investor, konsistensi perolehan kontrak menjadi katalis yang perlu diperhatikan terhadap prospek kinerja perseroan.
310002
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

Ekspansi Hompass MORA Dapat Tambahan Kredit Hingga RP 4 Triliun

MORA memperoleh fasilitas kredit hingga Rp4 triliun dari BCA untuk mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas digital. Pendanaan tersebut menjadi salah satu sumber pembiayaan penting bagi ekspansi homepass perseroan di berbagai wilayah strategis Indonesia.

Fasilitas itu berasal dari perubahan perjanjian kredit antara PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) dan PT Bank Central Asia Tbk yang ditandatangani pada 31 Agustus 2026. Nilainya setara sekitar 50,54% dari ekuitas MORA per akhir 2025 sehingga masuk dalam kategori transaksi material.

Kredit investasi tersebut memiliki tenor tujuh tahun sejak penandatanganan, termasuk grace period maksimal satu tahun. Dana akan diarahkan untuk belanja modal pembangunan homepass, termasuk customer premises equipment (CPE) dan fasilitas pendukung operasional. Namun, pembiayaan ini tidak digunakan untuk pengembangan layanan fixed wireless access (FWA).

Dari sisi ekspansi, tambahan pendanaan memberikan ruang bagi MORA untuk meningkatkan pembangunan jaringan secara lebih agresif. Perseroan menargetkan infrastruktur tersebut dapat memperluas jangkauan layanan konektivitas digital di pasar Indonesia.

Di sisi lain, investor perlu memperhatikan bahwa fasilitas ini membawa sejumlah covenant kredit. MORA tidak dapat melakukan aksi korporasi tertentu seperti merger, akuisisi atau likuidasi tanpa memenuhi persyaratan perjanjian, serta tidak diperbolehkan mengajukan kepailitan atau PKPU.

Fasilitas juga dijamin aset homepass dan peralatannya serta klaim asuransi dengan nilai minimal 125% dari pokok kredit. MORA turut dibatasi untuk mengalihkan hak penggunaan merek MyRepublic Indonesia selama masa kredit.
410000
Sahamology logo
Sahamology

08 Sep 2026, 12.12

Video
IHSG menghadapi ujian penting di tengah tekanan global dan aksi jual asing. Meski tren jangka pendek masih positif karena indeks bertahan di atas EMA 7 dan Bollinger Band 20, Stochastic 15 yang overbought meningkatkan risiko konsolidasi. Sentimen komoditas menjadi penopang, sementara arah dolar, yield Treasury, dan CPI AS menjadi katalis utama yang perlu dicermati.

Watchlist Aplikasi Teman Trader : LSIP INET CDIA TINS PTRO
819000
Sahamology logo
Sahamology

24 Agu 2026, 14.39

BWPT Siapkan Pengalihan Saham Treasuri 402,92 Juta Saham Mulai 31 Agustus

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) akan mulai melakukan pengalihan saham treasuri sebanyak-banyaknya 402,92 juta saham mulai 31 Agustus 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 1,28% dari total saham yang telah diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen BWPT menyampaikan pengalihan saham treasuri tersebut akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal yang berlaku. Perseroan menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia untuk melaksanakan proses pengalihan saham tersebut.

Saham yang akan dialihkan merupakan saham hasil buyback BWPT pada 21 Agustus 2023, dengan jumlah yang sama, yakni 402,92 juta saham.

Bagi investor, aksi ini menjadi perhatian karena pengalihan saham treasuri dapat menambah kembali saham yang beredar di pasar. Besarnya dampak terhadap perdagangan saham akan bergantung pada mekanisme, harga, serta realisasi jumlah saham yang akhirnya dialihkan.

Perseroan belum menyebutkan harga pengalihan secara spesifik, namun menegaskan bahwa harga akan ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
617000

Showing 30 of 89 posts

Peringkat

Diperlukan Masuk

Frequently Asked Questions

Channel Telegram Sahamology tentang apa?+

Sahamology (@sahamology) adalah channel Telegram di kategori Pasar Saham & Trading di tgdio. Lihat ranking, rating, ulasan, dan postingan terbaru sebelum berlangganan. Saat ini sekitar 8.961 subscriber di tgdio.

Bagaimana bergabung dengan Sahamology (@sahamology)?+

Buka profil di tgdio, lalu Join / Open in Telegram untuk berlangganan @sahamology gratis.

Apakah Sahamology channel Pasar Saham & Trading yang bagus?+

Di tgdio Anda bisa cek rating, ulasan, ranking, dan postingan Sahamology sebelum bergabung. Saat ini sekitar 8.961 subscriber di tgdio. Bandingkan dengan channel Pasar Saham & Trading serupa.

Di mana melihat statistik dan postingan Sahamology?+

Di tgdio, buka halaman @sahamology untuk statistik, ranking, rating, dan postingan.