✓ Kalau seseorang itu tidak makan, tubuhnya akan lemah. Tetapi apabila seseorang tidak memiliki ilmu agama, agamanya bisa rusak tanpa dia sadari.
✓ Makanan dibutuhkan beberapa kali dalam sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan setiap saat :
✓ ketika shalat → kita membutuhkan ilmu,
✓ ketika bekerja → membutuhkan ilmu,
✓ ketika menikah → membutuhkan ilmu,
✓ ketika mendidik anak → membutuhkan ilmu,
✓ ketika mendapat musibah → membutuhkan ilmu,
✓ ketika mendapatkan rezeki → membutuhkan ilmu,
✓ bahkan ketika hendak berbicara → kita membutuhkan ilmu.
5/ Ilmu itu akan menyelamatkan seseorang dari kesesatan.Banyak orang memiliki semangat beragama, tetapi semangat saja tidak cukup. Semangat tanpa ilmu dapat menjerumuskan seseorang kepada sikap ghuluw, bid'ah, atau kesalahan dalam memahami agama.
Sebaliknya, ilmu yang benar akan membimbing seseorang untuk mengetahui mana :
✓ tauhid dan syirik,
✓ sunnah dan bid'ah,
✓ halal dan haram,
✓ ketaatan dan kemaksiatan,
✓ hak dan kewajiban.
6/ Ilmu itu harus dipelajari dan diamalkan.Pernyataan seperti ini, bukan berarti kita hanya membutuhkan dan memperbanyak informasi tentang agama. Tetapi tujuan ilmu itu adalah untuk diamalkan.
Allah berfirman :
فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Ketahuilah, bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia. Maka apakah kamu mau berserah diri ?” (QS. Hud: 14)
Jadi ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa seseorang semakin takut kepada Allah, semakin taat, dan semakin baik akhlaknya.
7/ Ilmu adalah kebutuhan sepanjang hidup.Kita tidak boleh berkata :
“Saya sudah belajar agama, jadi tidak perlu belajar lagi.”Tidak seperti itu. Kita harus terus belajar. Selama hidup, kebutuhan kita terhadap ilmu tidak pernah selesai. Allah memerintahkan Nabi ﷺ :
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah: Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu.” (QS. Thaha: 114)
Kalau Nabi ﷺ saja diperintahkan untuk meminta tambahan ilmu sebagaimana dalam ayat tersebut di atas, maka kita pun lebih membutuhkan ilmu agama tersebut.
Kesimpulan :Perkataan dan nasehat tersebut mengajarkan kepada kita :
✓ Makanan itu adalah kebutuhan jasad, sedangkan ilmu agama adalah kebutuhan hati dan agama.
✓ Jasad tanpa makanan akan lemah, tetapi hati dan agama tanpa ilmu dapat mati atau tersesat.
✓ Maka seorang Muslim hendaknya menjadikan menuntut ilmu agama sebagai kebutuhan harian, bukan hanya ketika ada kajian, ketika mendapat masalah, atau ketika menjelang ibadah tertentu.
✓ Semakin kita mencintai Allah, semakin kita membutuhkan ilmu tentang Allah. Semakin kita mencintai Rasulullah ﷺ, semakin kita membutuhkan ilmu tentang Sunnah beliau ﷺ.
✓ Dan ilmu yang paling utama adalah ilmu yang mengantarkan kita kepada tauhid yang benar, ibadah yang sesuai Sunnah, serta akhlak yang baik.
Demikianlah pembahasan yang ringkas ini. Semoga Alloh ta'ala senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada kita, untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu-ilmu agama, dan Istiqomah dalam mengamalkannya...
Semoga nasehat di atas bermanfaat bagi kita semuanya, barokallohu fiikum....
Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....Surabaya, Jum'at pagi yg sejuk, 15 Robi'ul Awal 1448 H / 28 Agustus 2026 M
✍ Akhukum fillah,
Abu Abdirrohman Yoyok WN SbySilahkan joint pada channel telegram kami :
Atau link rekaman audio kajian kami :
https://t.me/kajianabuabdirrahmanSemoga bermanfaat bagi kita semuanya.